BPS: Kenaikan Harga Cabai Sumbang Inflasi di Kota Cirebon

KESATUCO. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyatakan pada bulan Februari 2021 terjadi inflasi 0,07 persen dan salah satu penyumbang yaitu meningkatnya harga cabai.

“Pada Februari 2021, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,49,” kata Kepala BPS Kota Cirebon Joni Kasmuri di Cirebon, Senin (1/3/2021).

Menurutnya perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2021 secara umum menunjukkan adanya peningkatan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS lanjut Joni, pada Februari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,42 pada Januari 2021 menjadi 103,49 pada Februari 2021.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong BJB Gaet Nasabah Non ASN

“Komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Februari 2021, antara lain cabai rawit, cabai merah, roti manis, melon, pembersih lantai, bawang merah, dan mie kering instan,” tuturnya.

Dia menambahkan dari 11 kelompok pengeluaran, lima inflasi, empat deflasi, dan dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong BJB Gaet Nasabah Non ASN

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32 persen. Kemudian pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,50 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,29 persen.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong BJB Gaet Nasabah Non ASN

“Untuk kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks yaitu, pendidikan, dan penyediaan makanan serta minuman atau restoran,” katanya.

Joni mengatakan dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua mengalami inflasi. Untuk inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor sebesar 0,24 persen sedangkan terendah di Kota Tasikmalaya sebesar 0,02 persen. (Red)

Bagikan: