Bos dan Staff Perumdam Cianjur yang Pelesiran ke Eropa Kembali Jalani Isolasi di Rumah

KESATUCO. Direksi dan staff Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur, Jawa Barat,kembali harus menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Sebelumnya, mereka telah menjalani isolasi mandiri di sebuah villa selama 14 hari, sepulang pelesiran dari Benua Eropa di saat pandemi virus Corona (Covid-19)

Isolasi lanjutan bagi direksi dan staff yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Umum, Kepala Bagian Produksi, Kasubag Kas, dan Staf Produksi beserta istri-istri mereka itu dilakukan di rumah masing-masing.

Baca Juga:  Kakek di Banjar Jawa Barat Cabuli Anak di Bawah Umur

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan, delapan orang yang masuk dalam rombongan Perumdam Tirta Mukti, Cianjur yang belum lama ini pulang pelesiran ke Eropa sudah menjalani rapid test.

Menurutnya, hasil dari rapid test tersebut, semuanya dinyatakan negatif dan telah menjalani masa isolasi selama 14 hari di luar kota.

“Hasil tesnya negatif Covid-19. Mereka sudah pulang, Rabu (1/4/2020) malam. Sekarang sudah ada di rumah. Namun, sesuai perintah Plt Bupati, mereka diharuskan untuk kembali mengisolasi diri di rumah masing-masing,” kata Yusman, kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Baca Juga:  Bayar Denda Rp 15 M, Eti binti Toyib TKI asal Majalengka Bebas dari Hukuman Mati

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengungkapkan, meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil rapid test Corona, mereka harus kembali menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

“Saya perintahkan untuk isolasi mandiri lagi selama 14 hari di rumah, jangan dulu bekerja. Jabatan direktur masih pelaksana tugas, oleh Syamsul Hadi hingga masa isolasi mereka usai,” ujar Herman.

Baca Juga:  Syaikhu Pertanyakan Efektivitas Subsidi Energi

Terkait sanksi, Herman mengatakan, pemerintah melalui inspektorat daerah sedang melakukan pemeriksaan di lingkungan Perumdam Tirta Mukti Cianjur. Tidak hanya soal disiplin, tetapi juga terkait sumber dana liburan ke Eropa di tengah wabah Covid-19.

“Sedang dilakukan pemeriksaan. Dari hasil itu langsung ditetapkan sanksinya berupa apa. Yang jelas pasti kami beri sanksi tegas sesuai ketentuan,” tandas Herman.

Bagikan:
Left Menu Icon