Bohim Preman Pensiun, Tampang Sangar Tubuh Bertato: Free Man Saya Mah

TATO di sekujur tubuhnya sudah jadi ciri khas dari Bohim, si preman terminal pada serial televisi Preman Pensiun. Meski tampak garang, karakternya yang baik dan sopan kepada sesama membuat imej preman yang selama ini negatif, perlahan berubah berkat perannya. Rupanya, dalam kehidupan asli pun, Bohim merupakan seorang preman.

Hal itu Bohim ungkapkan pada tayangan video di YouTube Channel ‘Tysonisme Channel‘. Asik berbincang dengan sesama rekannya di Preman Pensiun, Bohim menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya sebagai preman.

Pemilik nama asli Kristiono ini sejak kecil sudah tinggal di Bandung. Hidup dalam lingkungan pecinta musik underground, akhirnya membuat Bohim menjadi sosok yang bebas.

Baca Juga:  Jokowi: Pilkada Serentak Jangan Jadi Kluster Baru Penyebaran Covid-19

“Free man aja saya mah. Jadi kalau ditanya preman gak? ya iya, free man saya mah manusia bebas yang enggak ada tekanan tapi tidak merugikan siapapun,” katanya, Rabu (27/05/2020).

Ditato Sejak SMP

Karena itu juga, Bohim akhirnya memiliki tato yang jumlahnya tidak terhitung. Hampir menutupi seluruh kulit pada tubuhnya, Bohim menyebut pertama kali ditato sejak duduk di bangku SMP.

Katanya, dulu tato pertamanya ada di salah satu tangannya. Meski berukuran kecil dan baru coba-coba, rupanya hal itu mendapat tentangan dari kedua orangtuanya.

Baca Juga:  Mayat Pria di Mobil Diduga Salah Satu Pelaku Pembobol Ruko di Munjuljaya Purwakarta

“Saya coba jujur sama orangtua, akhirnya ketauan kalau saya pakai tato. Itu orangtua marah sekali, tapi setiap kali marah saya tidak gentar. Jadi ya sudah kabur dari rumah, terus balik lagi ke rumah, gitu aja,” jelasnya.

Meski begitu, perlahan tapi pasti orangtua Bohim mulai menerima dan mengerti alasan Bohim memiliki tato. Pasalnya, berkat tato ini karakter Bohim sang preman terminal menjadi yang paling kuat.

Bohim memahami stigma masyarakat akan tato cukup negatif. Meski begitu, dia menyebut itu tergantung persepsi setiap orang yang memandang tato ini sebagai apa. Dalam kehidupannya, Bohim tidak pernah menyesal sudah menutup seluruh kulit tubuhnya dengan tato.

Baca Juga:  Mutasi 4 Pejabat Eselon 1, Jaksa Agung Bilang Tak Terkait Kasus Djoktjan

“Kalau saya memandang tato sebagai seni, karena saya suka seni. Sempat beberapa kali debat dengan orangtua tapi akhirnya damai juga. Tapi jujur merasa bersalah dan dosa ke orangtua. Tapi ya sudah lama-lama orangtua mengerti dan justru bangga sekarang saya seperti ini, alhamdulilah sudah main ftv-ftv dan terlibat di Preman Pensiun,” katanya. (sab)

 

Bagikan:
Left Menu Icon