BI, Bea Cukai dan LPEI Dobrak UMKM ke Pasar Ekspor

Jadikan Sumsel Sebagai Pilot Project

KESATUCO. Upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia disambut antusias oleh lembaga-lembaga terkait.

Untuk itu, Bank Indonesia Perwakilan Palembang (BI), Kanwil Ditjen Bea Cukai Sumbangtim dan Lembaga Pembiayaan Eksport Indonesia (LPEI) menginisiasi pembentukan Capacity Building Kantor Bersama Eksport di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Palembang yang digelar pada Selasa (10/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dijadikan sebagai Pilot Project fasilitasi kegiatan dan pembiayaan penetrasi pasar ekspor.

Capacity Building Kantor Bersama Expor yang dihadiri oleh 46 pelaku UMKM di wilayah Sumatera Selatan dipilih dari berbagai produk, antara lain: Home Décor, Fashion dan Kuliner berasal dari Wirausaha Bank Indonesia (WUBI), Rumah Kreatif BUMN (RKB), Gabungan Pengusaha Handicraft dan Makanan Ringan (GAPEHAM), Komunitas Eksportir Muda Indonesia (KEMI) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Capacity Building Kantor Bersama Expor merupakan kantor virtual yang dapat diakses melalui website https//kantorbersamaekspor.com berupa kantor virtual office.

“Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu 5,67% pada triwulan ketiga di tahun 2019 angka tersebut melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada diangka 4,9% dan diatas pertumbuhan ekonomi Sumatera pada periode yang sama,” papar Yunita Resmi Sari dalam sambutannya.

“Capacity Building ini diharapkan menjadi gerak pendorong yang dapat melahirkan eksportir-eksportir handal dari Sumatera Selatan” lanjut Yunita.

Di tempat yang sama, Kanwil Ditjen Bea Cukai Sumbagtim, yang diwakili oleh Kitty Kartika Eka Shanty selaku Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai menjelaskan, kehadiran Bea Cukai di acara ini adalah untuk menjelaskan mekanisme ekspor, aturan serta fasilitas ekspor yang dapat membantu UMKM menjadi eksportir.

“UMKM yang ada di Sumsel diharapkan menjadi pemain di kancah Internasional,” ujar Kitty.

Semetara LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) yang sebelumnya dikenal dengan nama Bank Ekspor Indonesia (BEI), merupakan lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pembiayaan ekspor nasional.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, R. Gerald S. Grisanto menjelaskan, LPEI berwenang dalam menetapkan skema pembiayaan ekspor nasional, melakukan restrukturisasi pembiayaan ekspor nasional, melakukan reasuransi terhadap asuransi yang dilaksanakan didalam skema serta melakukan penyertaan modal.

“LPEI saat ini memiliki 6 jaringan kantor yang terdiri dari 1 Kantor Pusat yang berlokasi di Jakarta, 4 Kantor Wilayah, yaitu di Medan, Surabaya, Surakarta, Makasar, dan 3 Kantor Pemasaran yaitu di Balikpapan, Batam dan Denpasar,” papar Gerald.

Bagi pelaku UMKM yang akan menjadi eksportir baru, LPEI akan melakukan Pemberdayaan dan Pendampingan, hal ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah eksportir baru.

Hadir juga Ketua Umun KEMI (Komunitas Eksportir Muda Indonesia) Kustanto yang memaparkan bagaimana kiat sukses UMKM agar dapat menembus pasar Internasional.

“Tidak percaya diri, merasa produknya belum siap ekspor, perlu modal besar, adalah salah satu hambatan utama UMKM untuk melakukan ekspor,” ungkapnya.

Dan kendala tersebut dapat diatasi salah satunya dengan pendampingan yang dilakukan oleh Kantor Bersama Ekspor agar dapat mendobrak ketakutan pelaku UMKM terhadap ekspor.

“Capacity Building Kantor Bersama Ekspor ini sangat berguna sekali, karena semua pihak saling berkolaborasi dan terintegrasi dengan baik untuk mendorong kami pelaku UMKM untuk menuju lompatan ke pasar Internasional”, jelas Yoan salah satu peserta di sela-sela acara. (sil)

Bagikan:
Left Menu Icon