Berkebun di Pekarangan Rumah Sendiri, Solusi Pangan di Masa Pandemi

KESATUCO. Warga Kampung Cisalak, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya mulai menggalakan berkebun di pekarangan rumah sendiri. Yakni, dengan menanam sayuran di media polybag.

Inovasi warga Cisalak ini sebagai jawaban atas tantangan ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor perekonomian masyarakat.

Uniknya, dalam berkebun warga memanfaatkan berbagai barang bekas sebagai media tanamnya. Sebut saja plastik bekas deterjen, sepatu bot bekas, hingga kaleng bekas cat. Barang-barang bekas tadi diisi tanah dan benih sayuran. Kemudian disusun berderet rapi di pekarangan belasan rumah warga.

Baca Juga:  Dicari 8 Seniman untuk Diajak ke Bulan

Ketua RT 06/13 Yayan Dahyan mengatakan, program tanam sayuran di polybag itu selain mempercantik lingkungan juga dalam rangka ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19 ini.

“Karena situasi sekarang lagi pandemi, akhirnya kita memutar otak untuk membuat program yang mendukung ketahanan pangan masyarakat,” kata Yayan.

Program tersebut diawali oleh karang taruna dan pengurus RT setempat, baik di rumah maupun di pingir jalan. Nantinya, kata dia, masyarakat lainnya bisa melihat hasilnya sehingga turut tergerak melakukan hal serupa.

Baca Juga:  Personel Polresta Tasikmalaya Mendadak Dites Urine

“Percontohan oleh pengurus RT dulu, nanti kalau hasilnya bisa dilihat oleh masyarakat kan mereka juga tertarik. Minimal di satu rumah itu ada satu sayuran di polybag,” ucapnya.

Ke depan, sambungnya, satu orang diwajibkan menanam hingga 10 polybag. Jenis sayuran yang ditanam pun disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat, seperti sosin, tomat, cabai, bawang, maupun jenis tanaman lainnya.

Baca Juga:  Kasus Suap Perizinan di Kota Cimahi, KPK Panggil 6 Saksi

“Kami minta mereka tanam sayuran yang bisa ditanam dalam waktu singkat. Kemudian dipanen dan hasilnya bisa mereka konsumsi sendiri atau dijual asalkan jumlahnya banyak,” katanya.

Saat ini baru ada 60 warga yang mulai menjalankan program tersebut. Hasilnya pun masih menjadi konsumsi sendiri.

“Hasilnya belum dipasarkan. Tapi target pasar kalau memang mau dijual pun kita sudah ada, karena di Kota Tasikmalaya ada beberapa pasar yang siap menampung,” ucapnya. (Andri/Dede)

Bagikan: