Berikut Aturan Ketat PSBB DKI Jakarta

KESATUCO. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat pada 11-25 Januari 2021. Kebijakan ini diambil atas arahan Ketua Komite Penanganan Covid-19, Airlangga Hartanto.

Pemerintah pusat mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021. DKI Jakarta termasuk satu dari 17 kabupaten/kota yang masuk kategori pemberlakuan pembatasan itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan, Jangka Waktu, dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kemudian Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Baca Juga:  Seorang Ayah Penggal Putrinya Sendiri Karena Ketahuan Pacaran

Dalam kebijakan itu, Anies mengatur sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat. Antara lain kegiatan perkantoran, pembelajaran di sekolah, kegiatan sektor esensial, operasional pusat perbelanjaan, transportasi hingga peribadatan.

Berikut sejumlah aturan ketat yang mulai berlaku hari ini:

Aktivitas kerja

Aktivitas pada tempat kerja/perkantoran, baik instansi pemerintah, swasta, maupun BUMN/BUMD dibatasi. Pembatasan berupa kapasitas bekerja di rumah (WFH) 75 persen dan bekerja di kantor (WFO) maksimal 25 persen.

Kegiatan belajar mengajar

Kegiatan belajar mengajar masih diberlakukan dari rumah. Pembelajaran tatap muka ditunda.

Sektor esensial

Kegiatan sektor esensial beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas. Sektor ini mencakup energi, komunikasi dan IT, keuangan, logistik, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, dan objek vital nasional. Kemudian, tempat pemenuhan kebutuhan pokok, seperti pasar, toko swalayan, minimarket, supermarket, dan warung termasuk sektor esensial. Jam operasional dibatasi.

Baca Juga:  DKI Jakarta Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Kegiatan konstruksi

Kegiatan konstruksi berjalan 100 persen. Pemprov tidak membatasi kegiatan di sektor ini.

Kegiatan kuliner

Kegiatan usaha kuliner dibatasi. Kapasitas makan di tempat maksimal 25 persen dari kapasitas.
Jam operasional dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. Namun, layanan makanan pesan antar atau dibawa pulang diperbolehkan sesuai jam operasional restoran.

Pusat perbelanjaan

Pemprov DKI membatasi jam operasional pusat perbelanjaan atau mal hingga pukul 19.00 WIB.

Baca Juga:  Diduga Bawa Alat Isap Sabu, Seorang Anggota DPRD Ditangkap Polisi

Rumah ibadah

Pembatasan juga diberlakukan di rumah ibadah. Pengunjung tempat ibadah dibatasi 50 persen dari kapasitas total ruangan.

Fasilitas kesehatan

Fasilitas pelayanan kesehatan beroperasi 100 persen. Aktivitas pelayanan kesehatan di area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan massa dihentikan.

Transportasi umum

Pemprov DKI memberlakukan pembatasan penumpang 50 persen pada angkutan umum, taksi, dan kendaraan rental. Operasional transportasi hanya sampai pukul 20. 00 WIB. Ojek diperbolehkan membawa penumpang. Aturan ini juga berlaku untuk kendaraan pemesanan konvensional dan daring.

Fasilitas umum

Fasilitas umum dan seluruh kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. (red)

Bagikan: