Bawa 103 gram Sabu, Pria di Kota Tasikmalaya Diringkus BNN

KESATUCO.Seorang pria asal Kota Tasikmalaya berinisial RTR (29) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Perwakilan Kota Tasikmalaya karena kedapatan jadi kurir sabu-sabu.

Pelaku di tangkap di sebuah SPBU Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (21/9/2020) kemarin.

Kepala BNN Perwakilan Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman mengatakan, Rtr bersama temannya yang berperan sebagai operator kedapatan membawa sabu kristal seberat 103 gram. Barang haram itu diduga berasal dari Myanmar.

“Teman pelaku berperan sebagai operator melarikan diri. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas kami dengan para tersangka yang melarikan diri pakai motor,”kata Tuteng Budiman, di kantornya, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga:  Terobos Hujan, Presiden PKS Berikan Bantuan Korban Banjir di Bekasi

Tuteng menambahkan, sesuai pengakuan tersangka sabu berbentuk kristal berbentuk paketan kecil itu didapatkan dari seseorang asal Bandung.

Tersangka mendapatkan titik lokasi yang dijanjikan untuk mengambil paketan sabu yang sebelumnya telah disepakati.

“Sistem yang dipakai oleh kurir tersebut masih sistem tempel. Mereka mengambil barang yang disembunyikan dari tempat yang telah dijanjikan sebelumnya,” tambah Tuteng.

Baca Juga:  Kota Depok Kembali Masuk Zona Merah

Saat proses pengejaran, lanjut Tuteng, petugas BNN dan para tersangka sempat terjatuh di motornya masing-masing yang menyebabkan luka-luka ringan.
Namun, Tuteng membantah kalau tersangka selama ini terlibat jaringan yang sama dengan pengungkapan bus pembawa sabu 13 kg di Tasikmalaya.

Tersangka selama ini memiliki jaringan tersendiri dan mengaku baru kali pertama mengedarkan sabu di Tasikmalaya.
Selain barang bukti sabu, turut diamankan 2 buah handphone, lakban dan timbangan digital.

Baca Juga:  Pemerintah Panggil Dubes Prancis Soal Karikatur Nabi Muhammad, Tapi Belum Ada Respon

“Dari Bandung ngakunya dan tidak ada kaitannya dengan bus pembawa sabu 13 kilogram di Rajapolah kemarin,” tambah dia.

Sampai sekarang tersangka berikut barang bukti diamankan di kantor BNN Kota Tasikmalaya untuk diproses leboh lanjut.

Tersangka disangkakan Pasal 112 juncto 114 Undang-undang RI Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Tersangka sudah ditahan dan masih dilakukan pengejaran tersangka lainnya terkait jaringan ini,” pungkasnya.

Bagikan: