Batal Haji, Asphurindo Harapkan Kompensasi Kemenag Untuk PIHK

KESATUCO. Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inboud Indonesia (Asphurindo) meminta Kementrian Agama (Kemenag) memberikan kompensasi untuk penyelenggaran ibadah haji khusus (PIHK). Hal ini merupakan buntut dari dibatalkannya pemberangkatan jemaah haji oleh Kemenag.

Sekjen Asphurindo Muhammad Iqbal Muhadjir, menjelaskan, PIHK berbeda dengan haji reguler yang diselenggarakan pemerintah. Meski begitu PIHK tetap menggunakan kuota Republik Indonesia, tapi penyelenggaraan dilakukan secara mandiri.

Baca Juga:  Minimarket di Ujungberung Dijebol Maling, 30 Slip Rokok Diembat

Dalam kasus ini, uang dari jemaah bisa saja dikembalikan layaknya reguler. Namun yang menjadi permasalahan yaitu, PIHK bisa menanggung rugi ketika jemaah tidak jadi berangkat. Itu karena uang mereka tidak bisa menutupi semua pembiayaan awal yang telah dibayarkan penyelenggara.

“Nah yang travel mandiri ini bagaimana? Kalau haji reguler sih bisa diuangkan oleh pemerintah langsung,” ujar Iqbal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/6).

Baca Juga:  HUT Bhayangkara, Ribuan Anggota dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat

Iqbal mengungkapkan, kerugian yang diterima perusahaan PIHK menggunakan modal sendiri untuk pembayaran di muka untuk mendapatkan berbagai fasilitas bagi jemaah. PIHK tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah sehingga apa yang dilakukan untuk memberangkatkan jemaah dibiayai sendiri.

“Kami sangat merasakan dampaknya karena ini kan haji khusus. Semua kami atur secara mandiri dari A sampai Z. Walaupun kuotanya menggunakan milik pemerintah tapi persiapan kami yang atur,” ungkap Iqbal.

Baca Juga:  Tebang Pohon Tanpa Izin, Pemakaman Umum di Kota Depok Jadi Gersang

Selain itu, Iqbal menambahkan, jemaah diharapkan tidak menarik uang yang sudah masuk. Bukan karena pihaknya bisa merugi total, tapi karena penarikan uang bisa membuat rumit pendataan yang dilakukan secara mandiri oleh pihak penyelenggara.

Bagikan:
Left Menu Icon