Balita Hilang Dan Misteri Dendam Mbah Jawer

KESATUCO. Hingga naskah ini ditulis, Kamis (27/6). Beberapa petugas gabungan dari sejumlah intansi di Purwakarta masih mengupayakan pencarian balita bernama Muhamad Rizki Harsmarul Faroh (4) yang diduga tenggelam atau hilang di Danau Jatiluhur, pada Rabu (26/6) lalu.

Seperti yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta. Dinas tersebut tengah melakukan persiapan sarpras penunjang penyelamatan evakuasi, dengan melakukan penyelaman ke dalam danau.

Atas hilangnya balita berusia 4 tahun dan sejumlah kecelakaan lain yang merenggut nyawa di waduk yang dibangun untuk membendung aliran Sungai Citarum itu, sejumlah pihak mengait-ngaitkan dengan adanya misteri makhluk astral penunggu danau tersebut.

Misteri Mbah Jawer

Misteri Waduk Jatiluhur yang sangat terkenal di kalangan masyarakat setempat dan menjadi buah bibir adalah kisah Mbah Jawer.

Sosok astral ini dikenal sebagai sang penguasa waduk yang kerap kali meminta tumbal untuk membalas dendamnya.

Konon, sejumlah kecelakaan di Waduk Jatiluhur yang menyebabkan korban jiwa selalu ada hubungannya dengan Mbah Jawer.

Dikisahkan bahwa sebelum Waduk Jatiluhur dibangun ada sebuah keluarga yang hidup di sekitar Sungai Citarum. Sepasang suami istri ini tengah menanti kelahiran anaknya yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun.

Setelah 9 bulan 10 hari, bayi yang dinanti-natikan lahir dengan selamat. Suara tangisan si bayi disambut bahagia oleh kedua orang tuanya. Akan tetapi, setelah melihat bayi tersebut, orang tuanya justru terperangah dan ngeri. Di dahi bayi tersebut tumbuh jengger (jawer), seperti yang biasa tumbuh di kepala ayam.

Dikisahkan, kedua orang tua bayi itu pergi mengunjungi orang pintar untuk mencari tahu mengapa ada jengger yang bertumbuh di kepala bayinya.

Menurut si orang pintar, jika anak itu dibesarkan dengan baik maka daerah tempat tinggal kedua orang tuanya akan menjadi sebuah kota besar, tetapi jika anak itu dibuang, daerahnya akan tergenang air atau tenggelam.

Rasa malu yang tak tertahankan membuat orang tuanya memutuskan untuk membuang bayi itu di Sungai Citarum. Kemudian, si bayi ditemukan oleh dedemit penguasa Citarum. Makhluk gaib tersebut mengasuh si bayi itu. Bayi tersebut tumbuh besar dan menjadi penguasa Waduk Jatiluhur yang masih berhubungan dengan Sungai Citarum.

Bayi berjawer yang menjadi penguasa waduk dikenal sebagai sosok Mbah Jawer. Konon, sampai saat ini Mbah Jawer masih menyimpan dendam dan sering meminta korban jiwa.

Masyarakat setempat percaya bahwa korban-korban yang tenggelam dan meregang nyawa di waduk ini adalah salah satu bagian dari misteri Waduk Jatiluhur akibat dendam Mbah Jawer.

Apakah hilangnya balita bernama Muhamad Rizki Harsmarul Faroh merupakan ulah Mbah Jawer atau human error? Wallahu a’lam. Yang pasti, kisah di atas merupakan bagian dari fakta dan misteri Waduk Jatiluhur yang menarik untuk ditelusuri.[wih]

Bagikan:
Left Menu Icon