Ayah di Tasikmalaya Ini Perkosa Anak Tiri, Seminggu Setelah Nikahi Ibunya

KESATUCO. Seorang pria berinisial Wa (41) di Kota Tasikmalaya dilaporkan oleh istrinya sendiri karena diduga perkosa anak tiri.

Wa tega perkosa anak tiri berkali-kali yang masih berusia 15 tahun. Korban, sebut saja namanya Mawar, kerap mendapat ancaman agar tidak melaporkan perbuatan tak terpuji ini.

Korban mengaku diperkosa ayah tirinya, pertama pada Agustus 2017 saat Wa menikahi ibunya.

Saat pertama diperkosa, korban masih duduk di bangku kelas VI SD. Kini korban putus sekolah dan hanya mengenyam pendidikan hingga kelas VII SMP.

Hal itu dibenarkan ibu korban, Nu 40) saat mendampingi korban melaporkan perbuatan suaminya didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya ke Unit PPA Polresta Tasikmalaya, Jumat (26/06/2020) sore.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara, Ribuan Anggota dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat

“Memang benar pa (anaknya dicabuli ayah tirinya, Red). Baru ketahuan seminggu kemarin. Gelagat anak saya beda kenapa selalu menghindar ketika ada bapak tirinya,” ujar ibu korban kepada wartawan di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Menurut dia, setiap ada bapak tirinya, korban selalu bergegas ke luar rumah dan bermain di rumah temannya yang bertetangga. Sampai-sampai tak pernah pulang ataupun makan siang untuk pulang ketika bermain di rumah temannya.

“Dia tak mau berada di rumah saat ada ayah tirinya. Bahkan terkadang menginap di rumah temannya itu. Temannya perempuan pak. Akhirnya saya desak kenapa begitu? dan dia ngaku sakit hati kalau lihat bapak tiri,” kata dia.

Baca Juga:  Kisah Saep Bos Copet di Preman Pensiun, Pernah Jadi Pemulung

“Kata anak saya, dulu waktu mamah seminggu menikah aku itu diperkosa sama bapak tiri. Saya sampai kaget. Diperkosanya saat mamah pergi kerja, bapak masuk kamar melakukan itu. Kejadianya saat anak saya berusia 12 tahun,”jelas dia.

Dia menambahkan, kejadian pemerkosaan itu terjadi dua kali. Awalnya korban tak mengetahui digituin itu apa. Korban baru mengetahui saat beranjak dewasa bahwa digituin itu adalah diperkosa, seperti yang dialaminya.

“Kemudian sampai sekarang, bapaknya kata anak saya suka gerayangin gitu. Suka pegang-pegang bagian sensitifnya. Makanya anak saya terlihat sangat sakit hati kepada bapaknya,” katanya.

Awalnya Tak Percaya

Dia menjelaskan, awalnya tak percaya suaminya setega itu melakukan perbuatan cabul kepada anaknya. Apalagi kejadiannya saat seminggu baru menikah. Dia juga sempat mepertanyakan kepada suaminya apakah benar telah melakukan hal itu.

Baca Juga:  DKR Gelar Aksi Tuntut Penambahan Kuota PPDB untuk Siswa Miskin

“Ya dia (suaminya) mengakuinya. Saya kan tambah sakit hati. Bagaimana nasib masa depan anak saya karena sudah dikotori. Makanya saya minta keadilannya saja buat anak saya dan melaporkan hal ini ke polisi. Saya minta dia (suaminya) dihukum yang setimpal,” harapnya.  

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Yusup Ruhiman membenarakan adanya laporan perbuatan cabul itu ke Mapolresta Tasikmalaya. 

“Benar kami menerima laporan dari orang tua korban terkait pencabulan tersebut Dan kini masih penyelidikan,” kata AKP Yusup Kepada Wartawan.

Bagikan:
Left Menu Icon