Angka Kesembuhan COVID-19 di Kota Bandung Melampaui Angka Kematian 

KESATUCO. Memasuki bulan kedua penyebaran Virus Korona di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, terjadi penurunan grafik pasien positif. Bahkan sekarang grafik jumlah pasien yang sembuh terus mengalami peningkatan. Bahkan angka kesembuhan pasien COVID-19 justru melampaui angka kematian. 

Dari data terbaru pada Jumat, 15 Mei 2020, pasien sembuh sebanyak 62 orang dan meninggal 36 orang. Artinya, angka kesembuhan COVID-19 jauh melampaui angka kematian.

Sedangkan yang masih di rawat sejumlah 184 orang. Dengan rincian pasien ODP sebanyak 184 orang dan PDP sebanyak 373 orang.

“Angka kesembuhan itu naik terus, berarti bisa sembuh. Ini beberapa pasien yang PDP ada yang masih dalam perawatan. Mudah-mudahan mereka juga bisa sembuh,” kata Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian, dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, Sabtu (16/5/2020).

Baca Juga:  Terhenti Akibat COVID-19, PO Bus Ini Tak PHK Karyawannya

Ia mengatakan, jumlah ODP terdata keseluruhan sebanyak 3.635 orang dan ada 798 orang PDP, baik yang sudah selesai maupun masih dalam perawatan.

Angka ODP atau PDP terus bertambah, mengingat upaya masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melacak penyebaran COVID-19. “Kenapa ODP dan PDP itu naik? Itu ada masa inkubasi 14 hari, kemudian karena kita sudah ada di wilayah transmisi lokal. Seperti batuk, pilek, atau ISPA, itu juga kriterianya kita perlu perlebar untuk dipantau,” katanya menjelaskan.

Baca Juga:  Adaptasi Kebiasaan Baru di Tasikmalaya, Tempat Keramaian Dijaga Aparat

Masyarakat Harus Lebih Waspada

Kendati sudah terkendali, Ahyani mengingatkan, bukan berarti kondisi di lapangan sudah aman. Justru masyarakat tetap harus lebih waspada dalam mengikuti anjuran pencegahan.

Sampai saat ini vaksin untuk COVID-19 masih terus dalam tahap pengembangan, serta belum ada kepastian obat yang tepat. Sehingga, langkah terbaik untuk mengatasinya yakni dengan mencegahnya.

“Kita akan berhadapan dengan penanganan yang lama, tapi yang penting terkendali. Kecepatan penurunan kurva itu tergantung kedisiplinan dan tanggungjawab masyarakat. Karena kalau belum ada vaksinnya, belum ada obat yang pasti. Maka upaya pencegahan ada di depan dan itu tanggungjawab kita semua,” ucapnya.

Baca Juga:  Pandemi COVID-19, PPDB di Purwakarta Dilaksanakan Secara Online

Lebih lanjut, Ahyani terus mengumpulkan data atau analisis dari para ahli agar memperoleh informasi akurat mengenai pandemi COVID-19 di Kota Bandung. Hal itu menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan atau strategi penanganan Covid-19 di Kota Bandung.

“Jadi kita sekarang sedang menanggulangi COVID-19. Data ini kami peroleh dari kewilayahan, dari koordinator atau mencari sendiri lewat survei. Ini diperlukan untuk pengambilan keputusan,” katanya. (sab/ded)

Bagikan:
Left Menu Icon