Anggota Komisi V Bahas Industri di Garut Selatan - Kesatu.co

Anggota Komisi V Bahas Industri di Garut Selatan

Dalam Rangka Menyongsong Perubahan

KESATUCO. Wilayah Jabar Selatan beberapa tahun ini telah mengalami perubahan status jalan. Yang awalnya menyandang status jalan provinsi, kini menjadi jalan nasional. Dari perubahan status jalan ini dipastikan mempengaruhi berbagi aspek di lingkungan masyarakat, selain aspek pembangunan infrastruktur di Jabar Selatan.

Data Status Jalan Kabupaten, Provisni dan nasional berdasarkan data BPS. (Ft: aa)

Dari perubahan tersebut, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca ST mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyiapkan program dalam rangka menyambut perkembangan yang terjadi di Jabar Selatan.

Ade Kaca menekankan kepada semua unsur di Jabar Selatan agar mampu beradaptasi dengan perubahan itu. Jangan sampai, ketika perkembangan pembangunan terjadi, masyarakat terusir oleh pendatang yang dipastikan akan hadir.

Baca Juga:  Warga Garut Harus Tahu Perwakilannya di DPRD Jabar

“Apabila terjadi perkembangan di suatu daerah, maka investasi pun akan berbondong-bondong hadir. Hal itu tidak dapat dielakan lagi. Untuk itu, masyarakat Garut Selatan harus siap-siap menghadapi perkembangan ini,” ujarnya.

Industri Pertanian

Salah satu investasi yang akan masuk ke Jabar Selatan adalah investasi industri. Untuk itu, Ade Kaca mengingatkan pemerintah, apabila menerima investasi di sektor industri, maka jangan asal menerimanya.

“Contohnya di Garut Selatan. Daerah ini saya kira tidak cocok apabila dikembangkan sebagai industri pabrik untuk perusahaan yang berbau kimia seperti garmen dan industri lainnya. Garut Selatan cocok menjadi industri pertanian seperti industri kacang tanah, cengkeh, tembakau. Industri yang hadir ke Garut Selatan harus diseuaikan dengan kondisi lokal masyarakatnya,” terangnya.

Baca Juga:  Sutradara Asal Garut Sukses Suguhkan Film Layar lebar

Dengan demikian, terang Ade Kaca, pencemaran lingkungan tidak akan mendominasi, karena memang kultur daerahnya masih terjaga. Bahkan, semua elemen masyarakat akan terbantu. “Yang petani masih bisa bertani, nelayan masih bisa melaut. Karena hasil yang mereka peroleh bisa diproduksi secara lebih produktif,” ungkapnya.

Ade Kaca kembali menegaskan, dengan adanya industri di Garut Selatan, akan menambah PAD daerah, mengurangi angka pengangguran dan secara otomatis akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Melalui investasi industri, semua elemen masyarakat akan dilibatkan. Yang tidak sekolah, sekolah SD, SMP bahkan sampai para sarjana pun bisa ikut bekerja. Contohnya di industri pertanian yang memproduksi kacang tanah atau jagung. Yang tidak sekolah masih bisa bertani, yang lulusan sekolah bisa menjadi karyawan dan para sarjananya mungkin bisa menjadi manager dan tingkatan lainnya,” papar Ade mencontohkan.

Baca Juga:  Sutradara Asal Garut Sukses Suguhkan Film Layar lebar

Kedepan, dengan adanya laju pertumbuhan dan pembangunan di Jabar Selatan, masyarakat harus sudah siap untuk menyongsong perubahan yang akan terjadi. Tetapi memang, peranan pemerintah harus lebih aktif sejak dini. Buat masyarakat cerdas dan mampu bersaing dengan para pendatang.

“Sudahkan Pemkab Garut menginventarisir penghasil susu, daging, telor dan lainnya. Berapa jumlah petani dan nelayan yang produktif, kurang produktif dan tidak produktif. Menurut saya, Garut belum mampu menciptakan kemandirian pangan. Untuk itu, melalui industri pertanian kemandirian pangan bisa terwujud,” terangnya. (aa)

Bagikan:
Left Menu Icon