AJI Jakarta Kecam Aksi Intimidasi Wartawan di Tangsel - Kesatu.co

AJI Jakarta Kecam Aksi Intimidasi Wartawan di Tangsel

KESATUCO. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oknum Forum Betawi Rempug atau FBR di Balai Kota Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Aksi intimidasi itu dialami oleh jurnalis media daring Kabar6.com, Eka Huda Rizky. Eka yang tengah meliput dipiting, tangannya ditarik dan dilarang memotret gerombolan orang tersebut.

Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani mengatakan, tindakan kekerasan dan menghalangi kerja jurnalistik yang dilakukan oknum ormas FBR Kota Tangsel itu telah mencederai kebebasan pers.

Dijelaskannya, Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tegas menyatakan bahwa jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik.

“Pasal 18 UU Pers menegaskan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta,” kata Asnil dalam siaran persnya, Rabu (4/12/2019).

Atas kejadian yang menimpa Eka, AJI Jakarta menyatakan,

1. Mengutuk keras aksi premanisme dan penghalang-halangan liputan oleh ormas FBR Kota Tangsel.

2. Mendesak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan memproses kasus ini secara hukum.

3. Mengimbau kepada semua kalangan masyarakat, khususnya ormas untuk menghormati kebebasan pers.

(azh/add)

Bagikan:
Left Menu Icon