Airy Dorong peningkatan Kualitas SDM di 30 Desa Wisata Baru di Jawa Barat

KESATUCO. Perusahaan Accommodation Network Operator (ANO) Indonesia yang dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, Airy, meresmikan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama ini dalam ranah pengembangan tenaga kerja pariwisata di wilayah Jawa Barat.

Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Alfonso Kodoatie, CEO Airy dan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, di Bandung, Selasa (18/2/2020).

Kerja sama ini nantinya akan mencakup pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pariwisata Jawa Barat melalui program Airy Community serta co-branding berbagai event pariwisata di Jawa Barat.

Airy Community sendiri merupakan program pelatihan Airy dalam ketenagakerjaan perhotelan, terutama aspek housekeeping dan front office, serta pendayagunaan teknologi untuk optimalisasi kinerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menargetkan 30 desa wisata baru pada 2020 ini. Yakni, dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat setempat. Salah satunya lewat penyediaan sarana dan prasarana, seperti tempat penginapan atau homestay.

Data BPS 2018 menyebutkan, jumlah tenaga kerja sektor akomodasi di Jawa Barat mencapai 47.801 orang. Dari total tenaga kerja tersebut, hanya 10.994 atau 23 persen saja yang berpendidikan kejuruan hotel/pariwisata.

Sementara dari tingkat pendidikan, mayoritas berlatar SMA 61,8 persen dan SMP 16,7 persen. Peningkatan kapabilitas tenaga kerja dalam bidang hospitality semakin krusial dibutuhkan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat saat ini tengah mengembangkan Digital West Java dengan memanfaatkan peranan teknologi dalam mengembangkan pariwisata Jawa Barat.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan pelaku industri pariwisata berbasis digital, seperti Airy, khususnya dalam membantu meningkatkan kualitas SDM pariwisata di Jawa Barat,” ujarnya saat acara penandatanganan nota kesepahaman.

Pariwisata Tak Bisa Lepas dari Teknologi

Sementara itu, CEO Airy Alfonso Kodoatie menyampaikan, industri pariwisata tak bisa dilepaskan dari penggunaan teknologi dan data guna memberikan pengalaman travelling yang lebih nyaman dan personal.

Saat ini, kata dia, Pemerintah Indonesia, termasuk Pemprov Jawa Barat, sedang bergerak untuk mewujudkan Tourism 4.0. “Airy meyakini, sumber daya manusia menjadi kunci untuk mencapai Tourism 4.0,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Pemerintah Jawa Barat dalam membantu peningkatan kualitas tenaga kerja pariwisatanya.

“Beserta pemanfaatan teknologi untuk optimalisasi layanan perhotelan. Dengan mutu layanan yang lebih terstandarisasi, tentunya akan berdampak positif pada perkembangan pariwisata di Jawa Barat,” ucapnya.

Alfonso menambahkan, penandatanganan kerja sama ini memperkuat komitmen Airy dalam mendukung pemerintah. Yaitu, untuk memajukan serta mengembangkan industri pariwisata di Indonesia dalam menyongsong Tourism 4.0.

Lewat Airy Community, Airy menargetkan keterlibatan berbagai desa wisata dari Jawa Barat selama 2020, termasuk penyelenggaraan pelatihan kepada SDM dari desa-desa wisata binaan.

Sejak diluncurkan pada 2018 lalu, program ini telah sukses melatih lebih dari 4.000 tenaga kerja perhotelan dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, guna menguatkan pelaksanaan Airy Community, Airy juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Oktober 2019 dalam bentuk pelaksanaan pelatihan SDM dan penyusunan kurikulum bagi sekolah menengah kejuruan pariwisata.

Mengedepankan konsep 4T, yakni teknologi digital, training SDM Pariwisata 4.0, transformasi dan transparansi, Airy terus berinovasi. Baik dari segi teknologi ataupun inisiatif pemberdayaan lainnya.

Tujuannya, untuk memberi kontribusi berkelanjutan kepada para stakeholder. Tidak saja meningkatkan manfaat bagi pengguna, tetapi juga memperkuat kemitraannya dengan pemerintah.

Termasuk, menumbuhkan taraf hidup mitra pemilik properti dan tenaga kerja perhotelan, sehingga Airy turut berandil memajukan pariwisata Indonesia yang baru, yakni era Tourism 4.0.(rls/add)

Bagikan:
Left Menu Icon