Ade Kaca S.E: Hidup di Dunia Hanya Sementara

KESATUCO. Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) dari DPD Kabupaten Garut, Ade Kaca.S.E tak menyangka akan menjadi pejabat pemerintah yang duduk di Gedung Legislatif Provinsi Jawa Barat. Pemuda yang dilahirkan serta dibesarkan di wilayah Garut Selatan ini tak menyangka akan dipercaya rakyat menjadi legislator.

Dua periode dia menjabat sebagai pejabat legislatif. Periode pertama, dirinya dipercaya masyarakat menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Garut, periode 2009-2014. Setelah itu, niatannya untuk kembali duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Garut harus kandas. Ia gagal menjadi legislator. Namun pileg serentak yang digelar tahun 2019 lalu, ia berhasil duduk di DPRD Provinsi Jabar untuk periode 2019-2024.

Perjalanan Spiritual

Ade Kaca., SE (kanan) politisi Partai Amanat Nasional sekaligus Anggota DPRD Jabar. (Ft: ist)

Sebagai politikus berpengalaman, kegagalannya itu ia jadikan sebagai pembelajaran dan memperkuat perjalanan spiritualnya. Ade Kaca menjadi lebih yakin bahwa kuasa sang pencipta, Allah SWT memang maha besar. Karena sejatinya, saat itu Ade Kaca merasa sangat yakin akan kembali menjabat sebagai wakil rakyat, karena memiliki banyak dukungan serta sudah melakukan berbagai pendekatan dengan semua elemen.

“Perhitungan kita sebagai manusia, tentu takan semuanya sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT semata, kita sebagai manusia hanya diwajibkan untuk berikhtiar. Pada proses ini saya ingin berbagi pengalaman dengan masyarakat Garut, bahwa kegagalan bukanlah akhir dari semuanya. Kata akhir yang terjadi pada manusia adalah sikap putus asa, tak mau bersilaturahmi serta tidak bisa menerima kenyataan. Sebagai manusia kita wajib bersyukur dan berusaha memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang ada pada diri kita,” ucap Ade Kaca, saat ditanya kesatu.co, tips apa yang harus dimiliki seorang politikus.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca semakin memperkuat hubungannya dengan masyarakat di Kabupaten Garut, khususnya di Garut Selatan. Karena menurutnya, percuma saja ia dikenal oleh masyarakat luas, tetapi oleh tetangganya sendiri ia tidak dikenali. Untuk itu, secara rutin Ade Kaca melakukan silaturhim dengan keluarga, kerabat, tetangga dan semua orang yang ia kenal.

“Ketika kita nanti kembali ke pangkuan sang pencipta, siapa yang akan membantu kita dan keluarga?. Pasti orang terdekat, yakni kerabat dan keluarga. Maka sejak saat ini kita harus bisa menjaga kerukunan di masyarakat, khususnya dengan masyarakat terdekat, yakni kerabat dan keluarga. Namun demikian, karena kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Jabar, saya melakukan kunjungan silaturahim dengan waktu yang terbatas,” katanya.

Agenda Rutin Bhakti Sosial

Keterbatasan waktu yang dimiliki Ade Kaca, ia siasati dengan membuat kegiatan bhakti sosial. Hal ini ia agendakan secara rutin. Setiap bulan Ade Kaca mengadakan acara di lokasi yang ia anggap memiliki sejarah penting dalam hidup dan karirnya, yaitu Kampung Cidahon, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

“Waktu saya terbatas, banyak agenda kerja yang wajib dilaksanakan, sehingga untuk menjalin silaturahim ini saya siasati dengan berkumpul langsung dengan masyarakat melalui bhkati sosial. Saya membuat agenda rutin bulanan menyantuni anak yatim bertempat di Masjid Jami Al-Miftah, Kampung Cidahon. Tempat ini adalah saksi sejarah, tentang kiprah politik saya yang dimulai dari nol. Masyarakat disini memberikan saya doa dan dukungan yang besar, sehingga saya bisa menjadi wakil rakyat,” ungkap Ade Kaca.

Untuk itu, pada kesempatan itu, Ade Kaca meminta media menyampaikan ucapan terimkasihnya kepada semua pihak yang telah memberikannya dukungan serta memberinya doa. Menurutnya, hidup di dunia hanya sementara, maka sebagai mahluk sosial setiap manusia harus bisa menghargai setiap pengorbanan yang orang lain lakukan.

“Hidup itu hanya sementara, selain harus pandai bersyukur kita juga wajib menghormati kerja keras, kiprah dan doa yang orang lain berikan untuk kita. Untuk itu, saya sangat berterimkasih kepada masyarakat Kampung Cidahon khususnya, umumnya kepada masyarakat Garut. Dan tentu saja, saya juga ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua, keluarga, istri dan anak saya tercinta. Kerabat, tetangga dan sahabat serta keluarga besar Partai Amanat Nasional, partai yang saya cintai,” katanya.

Perjalanan spiritual seorang Ade Kaca mengalami perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini ia rasakan dikala usianya yang terus bertambah, maka setiap langkah dan pemikiran yang terbangun adalah kesederhanaan. Obsesinya pun ia rasakan berubah haluan, saat ini ia hanya ingin bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.

“Perjalanan spiritual saya tak lepas dari peranan para guru dan ulama. Mereka adalah pihak yang sangat berperan membantu masyarakat memiliki sikap yang baik, percaya adanya tuhan serta mampu melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan aturan hidup. Belajar dari pendidikan agama, saya sekarang hanya memiliki obsesi agar hidup saya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya. (asep ahmad)

Bagikan:
Left Menu Icon