Adaptasi Kebiasaan Baru, Pelaku Industri Dituntut Lebih Kreatif

KESATUCO. Pandemi virus corona atau covid-19 membuat ekonomi morat marit. Para pelaku industri pun dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau masa tatanan kenormalan baru. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi perubahan perilaku agar bisa bangkit pasca pandemi.

Baca Juga:  Perlunya Intervensi Pemerintah demi Selamatkan Dunia Usaha

“Pandemi ini menuntut kita melakukan perubahan, perubahan perilaku masyarakat terutama kebiasaan menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Tapi diperlukan juga perubahan dari pelaku industri agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pencegahan covid-19,” ujar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Ginanjar.

Baca Juga:  Pandemi Tak Bisa Dihindari, Sayangnya Pemerintah Membiarkan Peluang

Menurut politisi Partai Golkar ini, virus corona telah menyerang hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini memaksa penduduk bumi untuk berubah dan beradaptasi. Dari sisi aktivitas ekonomi, adaptasi dilakukan dengan kebiasaan berbelanja kebutuhan pokok secara daring (online). Sementara dalam bidang pendidikan, proses belajar mengajar pun dipaksa dilakukan dengan cara daring.

Baca Juga:  Bahagia Tak Lagi Terima Bansos PKH

Oleh karena itu, selain upaya sungguh-sungguh dalam mengendalikan penyebaran Covid-19, pemerintah juga harus mampu menangani dampak ekonomi agar tidak terpuruk terlalu dalam dan bisa kembali bangkit. (red)

Bagikan:
Left Menu Icon