79 Warga Binaan Lapas Purwakarta Dipulangkan

KESATUCO.Sebanyak 79 warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Purwakarta dipulangkan untuk meminimalisir penularan covid 19 di dalam penjara.

Pemebebasan warga binaan tersebut dilakukan secara bertahap hingga 7 April. Mereka yang dipulangkan karena mendapat asimilasi, mereka yang telah memenuhi syarat. Seperti telah menjalani setengah dan dua pertiga sampai 30 Desember 2020.

Selanjutnya, warga binaan yang telah dipulangkan itu juga tidak bisa bebas keluar rumahnya. Selama beberapa bulan masa asimilasi, mereka tetap dipantau oleh Balai Pemasyarakatan Purwakarta agar tetap berada di rumahnya.

Baca Juga:  Pandemi COVID-19, PPDB di Purwakarta Dilaksanakan Secara Online

Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Purwakarta Achmad Fauzi mengatakan pelepasan telah dilakukan dalam dua hari terakhir.

“Kemarin ada 13 yang keluar kalau hari ini yang sedang kami proses ada 12 orang, sisanya dilakukan secara bertahap sesuai aturan,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, pelepasan WBP itu sesuai Permenkum HAM Nomor 10 tahun 2020. Peraturan tersebut mengatur syarat pemberian asimilasi dan hak Integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga:  Serial Preman Pensiun 4 Segera Berlanjut

Kata dia, persyaratan administrasi itu membuat proses pelepasan para warga binaan tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus. Selain itu, penerima program asimilasi di rumah juga tidak dari perkara hukum yang berat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Kegiatan Kerja di Lapas Purwakarta, Asep Saripudin, mengakui jumlah warga binaan di tempatnya melebihi kapasitas. Jumlah warga binaan saat ini mencapai 493 orang sedangkan kapasitasnya hanya untuk 250 orang.

Baca Juga:  Pasien Isolasi Menurun, RSHS Bandung Siap Buka Layanan Kesehatan Non-COVID-19

Pelepasan jumlah penghuni Lapas melalui asimilasi di rumah kali ini pun efektif mengurangi beban kapasitas di sana.

“Warga binaan yang dapat pelepasan asimilasi di rumah itu jumlahnya sudah ditentukan dalam aturan dari pusat. Bukan kami yang tentukan,” ujar Asep. (Rhu)

Bagikan:
Left Menu Icon