237 WBP Lapas Purwakarta Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1442

KESATUCO. Sebanyak 237 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Purwakarta mendapat Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 Masehi.

Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB di Lapangan Serbaguna Lapas Purwakarta, diikuti oleh pejabat struktural dan perwakilan WBP dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan diawali dengan pembacaan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasonna H. Laoly oleh Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta, Sopiana.

Kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 H oleh Kasi Binapi Giatja, Asep Saripudin.

Baca Juga:  Wujudkan Desa Wisata, Komisi I DPRD Jabar Apresiasi BUMDes Bina Laksana

Dalam sambutan menteri tersebut, Sopiana menjelaskan bahwa pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 H diharapkan dapat memotivasi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk melakukan penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku di dalam Lapas.

Selanjutnya, beliau menyampaikan juga bahwa Indonesia masih berjuang melawan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

“Saya berharap pengertian seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan bahwa peniadaan kunjungan langsung merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19”. tulis Yasonna, Kamis (13/5/2021).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Harus Perhatikan Anggaran KPED

Setelah membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, Kalapas Purwakarta, Sopiana mewakili seluruh jajaran mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Sopiana juga mengucapkan selamat bagi 237 WBP yang menerima Remisi Khusus 1. Semoga dapat meresapi momentum Idul Fitri dan selalu bersyukur.

“Remisi merupakan salah satu hak yang diberikan oleh negara kepada saudara-saudara atas pencapaian yang dilakukan selama menjalani pembinaan di Lapas karena Remisi merupakan sesuatu yang layak saudara warga binaan terima karena sudah berusaha memperbaiki diri,” kata Sopiana.

Baca Juga:  Pemkab dan DPRD Purwakarta Sepakati Raperda Retribusi PBG

Sopiana menambahkan, Warga Binaan yang hadir dalam pembacaan SK Remisi Khusus merupakan perwakilan dari kawan-kawan yang tidak hadir, karena pertimbangan situasi Covid-19.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan untuk kedepannya,” tambah Sopiana.

Untuk diketahui, meski 237 WBP yang mendapat remisi tidak ada satupun yang dinyatakan bebas murni. Kesemuanya masih harus menjalani masa tahanan setelah mendapatkan remisi. (Red)

Bagikan: