20 Hotel di Jabar Ajukan Diri Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

KESATUCO. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menjadikan hotel sebagai tempat isolasi pasien tanpa gejala COVID-19, disambut positif pihak perhotelan. Sebanyak 20 hotel di Jabar mengajukan tempatnya sebagai tempat isolasi mandiri. 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat sepakat membantu Pemprov Jabar dalam mengurasi hotel-hotel yang tepat dan sesuai. Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar mengatakan, sampai sekarang baru 20 hotel yang mengajukan diri dan sedang diseleksi.

Hotel-hotel ini tersebar di sejumlah daerah di Jabar, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Depok, dan Bekasi. Nantinya, hotel yang lulus syarat administrasi akan dipanggil dan diberi sosialisasi terkait teknis isolasi mandiri pasien COVID-19.

Baca Juga:  Polres Purwakarta Gelar Operasi Keselamatan Lodaya, Ini Sasarannya

“Mereka mengajukan siapa yang mau. Sampai sekarang baru 20 hotel di Jabar yang mengajukan, kita masih nominasikan hotel-hotel yang tepat dan sesuai,” kata Herman dihubungi, Selasa (22/9/2020).

Hotel untuk isolasi ini akan dibagi menjadi dua tipe. Pertama, hotel bintang dua dan tiga untuk tempat isolasi mandiri pasien tanpa gejala COVID-19. Sedangkan, hotel bintang empat dipersiapkan untuk tempat istirahat dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga:  Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Jalani Ibadah Puasa

“Jumlah hotel di Jabar ada 2.500, kita masih tunggu hotel lain yang mau mengajukan. Kita baru nominasi, nanti oleh pemda akan dipanggil kemudian diseleksi persyaratannya,” ujarnya.

Susah Komunikasi

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan PHRI untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut.

“Saya telepon Ketua PHRI untuk membuat daftarnya. Kita lihat di kota mana, nanti kita kontrak dan dibayar oleh pemerintah,” kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga:  Pemudik dan Pelanggar Prokes Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Nala 2021

Menurut Emil, pembukaan hotel untuk isolasi mandiri sesuai dengan arahan Satuan Tugas (Satgas) pusat dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kemenparekraf akan memberikan insentif kepada hotel kelas bintang tiga yang dapat dimanfaatkan bagi dokter dan tenaga kesehatan (nakes), yang merawat pasien COVID-19. Serta untuk tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. (sab/ded)

Bagikan: