2.235 Calon Jemaah Haji asal Kota Bandung Gagal Berangkat

KESATUCO. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung menyebut sebanyak 2.235 calon jemaah haji asal Bandung dipastikan gagal berangkat setelah Kemenag RI membatalkan keberangkatan haji 2020.

Kemenag Kota Bandung akan menjadwalkan ulang pemberangkatan di tahun 2021 dan perihal setoran haji yang sudah masuk akan tetap disimpan dan tidak dikembalikan.

“Calon jemaah haji asal Kota Bandung akan tetap diberangkatkan tapi tahun depan. Terkait dengan setoran, tidak ada pengembalian. Jadi tetap akan disimpan secara terpisah,” kata Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, Agus Saparudin, Selasa (02/06/2020).

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-74 Jadi Berkah bagi Pengusaha Karangan Bunga

Ia menjelaskan, ada pun pemberangkatan haji di tahun depan melihat kondisi pandemi pandemi Covid-19 apabila sudah mereda. Kemudian, jemaah haji akan tetap diberangkatkan tanpa menyetor kembali uang untuk biaya haji kecuali ada beberapa pelunasan yang belum diselesaikan.

“Hari ini akan disosialisasikan kepada jemaat haji dan akan tetap menunggu keputusan pusat,” sambungnya.

Baca Juga:  Polres Cimahi Ungkap Bakso Oplosan Isi Daging Babi, Dijual ke Purwakarta, Tasikmalaya dan Cianjur

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan keputusan terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 akan ditunda sampai 2021. Menteri Agama Fachrul Razi secara daring menyampaikan bahwa pelaksanaan haji 2020 resmi dibatalkan.

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil karena hingga hari ini pihak Arab Saudi tidak membuka akses pelaksanaan haji 2020 untuk seluruh negara di dunia. Untuk itu, pemerintah menganggap tidak ada lagi waktu yang cukup untuk menunggu kelanjutan keputusan Arab Saudi.

Baca Juga:  Anak Sekda Karawang Diamankan Polisi, Diduga Terkait Penggunaan Narkotika

Pasalnya tanggal 26 Juni menjadi waktu yang sudah disepakati sebagai jadwal pemberangkatan awal jemaah haji di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah melakukan komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII DPR RI. (sab)

Bagikan:
Left Menu Icon