15 Daerah di Jabar Bisa New Normal, 12 Daerah Masih PSBB, Mana saja?

KESATUCO. Gubernur Jabar Ridwan Kamil merilis 15 daerah di Jabar yang bisa menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid 19.

ke-15 daerah itu masuk zona biru. Yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka. Lalu Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

Selain 15 daerah yang bisa melaksanakan new normal, 12 daerah lainnya di Jabar berstatus zona kuning dan masih harus memperpanjang pembatasan sosial berskala besar PSBB).

12 daerah itu antara lain Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang. Lalu Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, dan Kota Depok.

Baca Juga:  Kearifan Lokal: Fondasi Pancasila

Gubernur menyebut, hingga saat ini, belum ada kabupaten atau kota di Jabar yang masuk zona hijau atau bebas sepenuhnya dari persebaran Covid-19.

“Itu sudah masuk level 2, zona biru, yang boleh melaksanakan, diizinkan Adaptasi Kebiasaan Baru,” kata Emil sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (29/5).

Zona kuning dan biru merupakan level kewaspadaan Covid 19 di Jabar. Penentuan daerah yang masih harus PSBB dan daerah yang bisa new normal berdasarkan data.

Indikator

Salah satu ukuran pengklasifikasian zona kewaspadaan yakni angka reproduksi Covid-19 atau Rt yang sudah selama 14 Hari ini rata-rata di angka 1. Bahkan dua hari terakhir di angka 0,97. Artinya dalam sehari, seorang pasien positif hanya menularkan kepada satu orang lainnya.

Baca Juga:  Deteksi Penyalahguna Narkoba, Lapas Kelas II B Purwakarta Tes Urine Pegawai dan Napi

“Kalau mengikuti standar dari WHO, maka wilayah itu kategori terkendali. Tentulah itu untuk sementara dan kita berharap ini permanen. Kemudian laju ODP juga turun, ini berkat kinerja dari Pak Kapolda yang bisa menahan orang-orang mudik, kita sudah membalikkanankan pemudik dan pebalik dari Jawa Tengah belasan ribu kendaraan,” katanya.

Kemudian, kata dia, hingga saat ini, pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit jumlahnya menurun. Diikuti dengan jumlah pasien dalam pengawasan yang juga menurun.

Evaluasi PSBB di Jabardilakukan secara proporsional karena Jabar wilayahnya terlalu luas. Dalam menentukan level kewaspadaan, pihaknya melakuakan pengujian melalui sembilan indeks yang dilakukan para akademisi.

“Ada sembilan kriteria yang harus diukur yaitu laju ODP, laju PDP, laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan. Laju reproduksi Covid-19, laju transmisi, laju pergerakan lalu lintas dan manusia, dan risiko geografis yang memang beda-beda,” katanya.

Baca Juga:  Mengantar Penumpang, Ojol Harus Kantongi Surat Bebas COVID-19

Pemeriksaan melalui sembilan indeks ilmiah itu, melahirkan 5 level kewaspadaan. Yakni level 5 berupa zona hitam yang paling parah, level 4 zona merah, level 3 zona kuning, level 2 zona biru, dan level 1 zona hijau.

“Hari ini sudah tidak ada lagi yang zona merah yang tadinya ada 3 daerah. Jadi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cimahi, sudah tidak lagi zona merah. Hari ini sudah masuk kategori zona kuning. Yang tadinya zona biru level 2 hanya 5 daerah, sekarang ada 15,” katanya.

Bagikan:
Left Menu Icon