14 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Kasus Korupsi

KESATUCO. Sedikitnya 14 anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pelaksanaan fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

Empat belas tersangka tersebut diantaranya berinisial SH, RPH, N, MA, IB, AHH, SHI, RN, R, M, LS, JS, JD, dan ID. Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan 50 anggota DPRD pada 2015 hingga 2018 lainnya dalam perkara yang sama. Sehingga mereka yang menjadi tersangka total menjadi 64 orang.

Para wakil rakyat ini, diduga menerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho terkait dengan penolakan penggunaan hak interpelasi, persetujuan, dan pengesahan anggaran di Provinsi Sumatera Utara.

“Atas dugaan tersebut, para tersangka disangkakan melanggar pasal pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana,”ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam rilisnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa ada praktik korupsi yang dilakukan secara masal dengan memanfaatkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan legislatif. Pelaksanaan fungsi ini bukannya dilakukan demi kepentingan rakyat, tapi malah dijadikan peluang terjadinya kongkalingkong antara eksekutif dan legislatif untuk mengamankan kepentingan masing- masing ataupun mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. (din)

Bagikan:
Left Menu Icon